Kunjungan Syekh Muhammad Nazim Adil al-Qubrusi an-Naqsybandi al-Haqqani di Pondok Pesantren Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyyah – Suryalaya (05 Mei 2001)

Biografi singkat

Nama lengkapnya adalah Muhammad Nazim Adil ibn al-Sayyid Ahmad ibn Hasan Yashil Bash al-Haqqani al-Qubrusi al-Salihi al-Hanafi q.s.Muhammad Nazim Adil ibn al-Sayyid Ahmad ibn Hasan Yashil Bash al-Haqqani al-Qubrusi al-Salihi al-Hanafi q.s. , semoga Alloh SWT  mensucikan ruhnya dan merahmati kakek moyangnya.
Beliau dilahirkan pada tahun 1341 H (1922 M) di kota Larnaka, Siprus (Qubrus) dari suatu keluarga Arab dengan akar-akar budaya Tatar. Ayah beliau adalah keturunan dari Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani q.s.  dan Ibu beliau adalah keturunan dari Mawlana Jalaluddin ar-Ruumi q.s. Ini menjadikan beliau sebagai keturunan dari Nabi suci Muhammad saw., dari sisi ayahnya, dan keturunan dari Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, y, dari sisi ibundanya. 

Kunjungan ke Pesantren Suryalaya

Mawlana Shaykh Nazim gave a talk in which he told us “don’t think Tajul Arifin is asleep, he is sending to my heart what to say to you!” He mentioned Abah Anom as one of those who “carry al-nur al-Muhammadi

Berikut alih bahasa Pidato Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqoni di Pondok Pesantren Suryalaya (diterjemahkan oleh  KH. Wahfiudin, M.BA)

  1. Hamdalah, sholawat, do’a untuk seluruh yang hadir, maupun muslimin/muslimat seluruhnya.
  2. Kalau saya berbicara dalam bahasa Inggris tentu hanya sedikit orang yang faham, maka saya membutuhkan perterjemah. Sebenarnya saya ingin berbicara panjang lebar, tetapi orang-orang yang hadir sudah letih menunggu dan punya kepentingan-kepentingan yang lain. Makan saya akan berbicara kurang lebih setangah jam saja.
  3. Kita saat ini hidup di zaman sulit dan serba kekurangan. Kekurangan orang-orang yang kuat, kekurangan orang-orang yang memiliki iman, kekurangan orang yang memiliki cahaya (nur) ilahi. Padahal tanpa nur Ilahi, segala kepandaian yang dimiliki manusia menjadi tidak ada apa-apanya.
  4. Banyak ‘ulama dan cendikiawan di berbagai madrasah dan mejelis ilmu mengajarkan macam-macam ilmu pengetahuan. Tapi ilmu pengetahuan itu hanya ibarat lilin-lilin kecil saja dan menjadi tak berguna tanpa adanya api yang membawa cahaya. Meskipun orang membuat lilin-lilin sebesar pohon-pohon kelapa, apa artinya lilin-lilin itu kalau tidak dapat menerangi. Maka selain mencari lilinya, cari pula apinya yang menimbulkan cahaya.
  5. Allah adalah cahaya langit dan bumi. Cahaya Allah disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. lalu meneruskannya kepada para Sahabatnya dan para sahabatnya meneruskannya lagi kepada generasi-generasi sholih berikutnya. Dari mereka cahaya itu terus tersalurkan kepada orang-orang yang “siap” dan “mau” menerimanya. Itulah para mursyid thoriqoh. Ada 41 thariqoh di dunia, 40 diantaranya memperoleh Nur Ilahi melalui Sayyidina Ali bin Abi Tholib KW. Hanya satu yang memperoleh Nur Ilahi melalui Sayyidina Abu Bakar as-Shadiq, itulah thariqah NAqsyabandiyyah.
  6. Sekarang, tidak banyak lagi orang-orang yang membawa obor Nur Ilahi itu. Di Indonesia yang penduduknya banyak inipun, orang pembawa obor Nur Ilahi tidak lebih dari sepuluh jari tangan jumlahnya. salah satunya adalah Beliau yang ada disebelah saya, Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin.
  7. Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin ini sudah berusia lanjut, dan sudah agak lemah keadaan fisiknya. Saya tidak tahu apakah Nur Illahi yang dibawanya akan putus sampai pada beliau saja, atau masih akan berlanjut pada orang lain. Tapi saya yakin dan berharap, sesudah beliau nanti masih akan ada orang lain yang menjadi pembawa Nur Illahi itu. Siapakah orangnya, saya tidak tahu.
  8. Maka Anda sekalian para hadirin, ambillah Nur Illahi itu dari beliau saat ini. Mumpung beliau masih ada, mumpung beliau masih hadir di tengah kita, sulutkan Nur Illahi dari kalbu beliau kepada kalbu anda masing-masing.
  9. Orang yang hidup di dunia tanpa Nur Illahi adalah orang yang buta. Dan (Syekh Nazim mengutip al-Qur’an), “Barang siapa yang didunia ini buta, maka di akhiratnya pun akan buta”. Sekali lagi, dapatkanlah Nur Ilahi dari orang-orang seperti Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin.
  10. Beliau (Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin) nampaknya saja tertunduk dan tidur. Sebetulnya beliau tidak tidur. Dari kalbu beliau terpancar pesan-pesan kepada kalbu saya. Saya berbicara dan menyampaikan semua pesan ini bukan dari isi kalbu saya sendiri. Saya mengambilnya dari kalbu beliau. Di hadapan beliau saya terlalu malu untuk tidak mengambil apa yang ada pada kalbu beliau. Saya malu untuk berbicara hanya dengan apa yang ada pada kalbu saya sendiri.
  11. Demikianlah apa yang saya perlu saya sampaikan kepada anda semua. (Lalu Syekh Nazim menutup pembicaraannya dengan tahlil, sholawat dan do’a). Saya tuliskan point-point ceramah Syekh Nazim ini berdasarkan sisa ingatan saya ketika mendengar dan menterjemahkan pidato beliau empat hari setelah kejadian, sepulang saya dari Medan. Tentu saja ada banyak kekeliruan ataupun kekurangannya. Saya mohon maaf, dan kepada Allah Swt., saya bersimpuh memohon ampun. Jakarta, 09 Mei 2001**

sumber : http://jajanggunawan.wordpress.com/2008/06/05/pangersa-abah-menurut-syekh-nazim/#comment-731

16 Responses to Kunjungan Syekh Muhammad Nazim Adil al-Qubrusi an-Naqsybandi al-Haqqani di Pondok Pesantren Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyyah – Suryalaya (05 Mei 2001)

  1. kunkun mengatakan:

    bagi yang butuh rekaman dalam bentuk mp3, silahkan download di:

    http://www.4shared.com/file/80853631/ecbe24d4/msn-suryalaya.html

  2. ilham mengatakan:

    ABAH TELAH DAN SUDAH MENYEBARKAN NUR ILLAHI MELALUI “ILLAHI ANTA MAKSUDI WARIDAHKA MATLUBI AKHTINI MAHABAHTAKA WAMA RIFATAQ”
    KALAU KITA BENAR BENAR MENGESAKAN TUHAN.

    WASSALLAM.

  3. Bambang Marli T mengatakan:

    ambillah Nur Illahi itu dari beliau saat ini. Mumpung beliau masih ada, mumpung beliau masih hadir di tengah kita, sulutkan Nur Illahi dari kalbu beliau kepada kalbu anda masing-masing. Bagi ihwan TQN kitab Uquudul Jumaan jangan bosan2 diamaliahkan…

  4. Nunu Anugrah mengatakan:

    Bismillaahirrahmaanirrahiim…
    abdi hoyong manten kapendak sareng abah….

  5. sunarno mengatakan:

    Semua jalan ( tarekat ) mempunyai tujuan yang sama yaitu menuju jalan Allah. Saya telah menemukan seorang Mursid yang sempurna dalam ilmunya. sayang saya seorang yang bodoh mengenal agama yang benar saja sudah berumur . ilmu dasar saya lemah sehingga tidak mampu menyerap ilmu sang mursid . Apabila ada yang mempunyai dasar ilmu yang cukup dan ingin meningkatkan ilmunya silahkan kunjungi pesantren majmal bahrain di lokasi ploso jombang. beliau pewaris terbaik dari Syeah Ahmad Syuaib Jamali Al banteni r.a

  6. Roni mengatakan:

    msaih adakh orng seperti Abah di penghujung zaman ini?????????
    semoga abah panjang umur & ada yg meneruskn nur ilahi tsb
    AMIEN……

  7. madotz mengatakan:

    pangersa abah syekh kamil mukammil .. tiada dua-nya di dunia ini ..

  8. madotz mengatakan:

    Di Indonesia yang penduduknya banyak inipun, orang pembawa obor Nur Ilahi tidak lebih dari sepuluh jari tangan jumlahnya. salah satunya adalah Beliau yang ada disebelah saya, Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin. <— sdh jelas … wali allah yg lainnya sdh mengakui kedalaman qolbu pangersa abahh .. syekh ahmad shohibulwafa tajul'arifin

  9. heruyaheru mengatakan:

    nice post

  10. amrozi syaiful mengatakan:

    Ya Alloh Siapkanlah & Maukanlah hati ini (mengingat nistanya Hamba) untuk dapat meyulutkan Nur Illahi dari kalbu beliau kepada kalbu ini

  11. syeikh mohamad din mengatakan:

    Asalamuaikum !, saya dari keturunan ke 17 ,dari syeikh qadir jailani. Nama saya Syelikh Mohamad Din b s.abd jalil b.s ahmad said b s ahmad chik b s ahmad b s.umar saad b s.ahmad ismail b s.ahmad khamil b s.ahmad khamal b s. ahmad salem b syeikh ismail b syeikh qadir b syeikh jabbar b syeikh muyyidin abd qadir al jailani. sebenar nyaada lagi keturunan kami di melaka. no hp saya 014 7201103

  12. ACI mengatakan:

    SILSILAH THORIQOH SHIDDIQIYYAH

    Dalam kitab “Tanwirul Qulub Fi Mu’amalati ‘allamil Ghuyub” karangan Syaikh Muhammad Amin Kurdi Al Arbili, pada bab “Faslun Fi Adaabil Murid Ma’a Ikhwanihi” halaman 539 disebutkan demikian:
    “Ketahuilah bahwa sesungguhnya julukan silsilah itu berbeda-beda, disebabkan oleh perbedaannya kurun waktu, silsilah dari sahabat Abu Bakar Shiddiq R.A sampai kepada syaih Thoifur bin Isa Abi Yazied Al Busthomi dinamakan SHIDDIQIYYAH.”

    Silsilah Thoriqoh Shiddiqiyyah melalui Sahabat Salman Al Farisi sampai pada Syekh Muhammad Amin Al Kurdi Al Irbil, dari Kitab Tanwirul Qulub.

    1. Alloh Ta’ala.
    2. Jibril ‘alaihi Salam.
    3. Muhammad Rosululloh SAW.
    4. Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A.
    5. Salman Al Farisi R.A.
    6. Qosim Bin Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A.
    7.Imam Ja’far Shodiq Siwa Sayyidina Qosim bin Muhammad bin Abi Bakar Ash-Shiddiq R.A. (Silsilah ini dinamakan Thoriqoh Shiddiqiyyah)
    8. Syaikh Abi Yasid Thifur bin Isa bin Adam bin Sarusyan Al Busthomi.
    9. Syaikh Abil Hasan Ali bin Abi Ja’far Al Khorqoni.
    10. Syaikh Abi Ali Al Fadlol bin Muhammad Ath Thusi Al Farmadi.
    11. Syaikh Abi Ya’qub Yusuf Al Hamdani. ( Thoriqoh At Thoifuriyyah).
    12. Syaikh Abdul Kholiq Al-Ghojduwani Ibnul Imam Abdul Jalil.
    13. Syaikh ‘Arif Arriwikari.
    14. Syaikh Mahmud Al-Anjari Faghnawi.
    15. Syaikh Ali Ar Rumaitani Al Mansyur Bil’Azizaani.
    16. Syaikh Muhammad Baabas Samaasi.
    17. Syaikh Amir Kullaali Ibnu Sayyid Hamzah, ( Thoriqoh Al Khuwaajikaaniyyah).
    18. Syaikh Muhammad Baha’uddin An-Naqsyabandi bin Muhammad bin Muhammad Syarif Al-Husain Al-Ausi Al-Bukhori.
    19. Syaikh Muhammad bin ‘Alaaiddin Al Athori.
    20. Syaikh Ya’qub Al Jarkhi, ( Dinamakan Thoriqoh An-Naqsyabandiyyah).
    21. Syaikh Nashiruddin Ubaidillah Al-Ahror As-Samarqondi bin Mahmud bin Syihabuddin.
    22. Syaikh Muhammad Azzaahid.
    23. Syaikh Darwis Muhammad As-Samarqondi.
    24. Syaikh Muhammad Al-Khowaajaki Al-Amkani As Samarqondi.
    25. Asy-Syaikh Muhammad Albaaqi Billah, (Disebut Thoriqoh Ahroriyyah).
    26. Asy-Syaikh Ahmad Al Faruqi As-Sirhindi.
    27. Asy-Syaikh Muhammad Ma’shum.
    28. Asy-Syaikh Muhammad Syaifuddien.
    29. Asy-Syaikh Muhammad Nurul Badwani.
    30. Asy-Syaikh Habibulloh Jaanijanaani Munthohir.
    31. Asy-Syaikh Abdillah Addahlawi, ( Thoriqoh Mujaddadiyyah).
    32. Asy-Syaikh Kholid Dliyaa’uddien.
    33. Asy-Syaikh Utsman Sirojul Millah.
    34. Asy-Syaikh Umar Al-Qothbul Irsyad.
    35. Asy-Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdi Al-Irbil, ( Thoriqoh Kholidiyyah).

    terima kasih mas atas perhatiannya, ini saya berikan silsilah toriqoh siddiqiyyah

    Silsilah Thoriqoh Shiddiqiyyah Sampai Kepada Syaih Muctarulloh Al Mujtaba’
    1. Robbul Arbab Alloh SWT.
    2. Sayyidina Jibril AS.
    3. Sayyidina Muhammad SAW.( 571-634M)
    4. Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq r.a.( 572-637M).
    5. Sayyidina Ali krw.
    6. Sayyidina Hasan r.a. bin Ali bin Abu Tholib.
    7. Syaih Imam Zainal Abidin r.a.
    8. Syaih Muhammad bin Ali bin Husain Al Baqir r.a.
    9. Syaih Imam Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Husain As-Shoddiq r.a.
    10. Syaih Musa bin Ja’far Al Kadzim r.a.
    11. Syaih Abil Hasan Ali r.a.
    12. Syaih Ma’ruf Al-Karohi r.a.( Wafat 201H/816M)
    13. Syaih Sirru Suqti r.a.( Wafat 253H/867M)
    14. Syaih Junaidi Al Baghdadi r.a.(Wafat 297H/910M)
    15. Syaih Abu Bakar Asibli r.a.(wafat 334H/946M)
    16. Syaih Abdul Wahid Attammimi r.a.
    17. Syaih Farabi At Turtusi r.a.
    18. Syaih Farabi At Turtusi r.a.
    19. Syaih Abil Hasan Ali Al Syaukari r.a.
    20. Syaih Abi Said Mahzumi r.a.
    21. Syaih Abu Muhammad Muhyidin r.a.
    22. Syaih Abdul Aziz r.a.
    23. Syaih Muhammad Al-Huttaqi r.a.
    24. Syaih Syamsudin r.a.
    25. Syaih Syarifudin r.a.
    26. Syaih Nurrudin r.a.
    27. Syaih Waliyuddin r.a.
    28. Syaih Hisyamudin r.a.
    29. Syaih Yahya r.a.
    30. Syaih Abu Bakri r.a.
    31. Syaih Abdul Karim r.a.( Lahir 1366M~Wafat1408M)
    32. Syaih Utsman r.a.
    33. Syaih Abdul Fatah r.a.
    34. Syaih Murodi r.a.
    35. Syaih Syamsudin r.a.
    36. Syaih Ahmad Hothi Al Makiyyi r.a.
    37. Syaih Ahmad Syuaib Jamali Al banteni r.a.
    38. Syaih Muhammad Muhtar bin Abdul Mu’thi – Muchtarulloh Al Mujtaba r.a. (Lahir Fajar hari Ahad Kliwon,28 Robiul Akhir 1347H- 14 Oktober 1928M), mulai mengajarkan Tarekat Shiddiqiyyah sejak tahun 1954 sebagai Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah
    Keterangan:
    Muhammad bin Abdulloh, Nabi dan Rosululloh SAW lahir tahun 571M/53SH~Wafat 634M/10H.
    Shohabat Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. lahir 573M/55SH~Wafat 637M/13H.
    Shohabat Ali bin Abi Tholib krw. Lahir 595M/29SH~Wafat
    Syaikh Sirris Suqthi, wafat 253H/867M adalah paman dari As Syaikh Junaidi Baghdadi, Murid dari As Syaikh Ma’ruf Al Karkhy Rohimakumulloh, jauh sebelum Imam Ghozali lahir.

  13. Novi Moch Anshor mengatakan:

    Persiapkan diri kita dengan mengamalkan amalan dari Pangersa Abah QSRA dan Robitoh selalu karena setelah beliau wafat apalagi yang tersisa kecuali Zat Allah Yang Maha Pencipta. Itulah yang bernama KIAMAT. Tidak ada lagi artinya dunia ini tanpa Sang Mursyid. LAA ILAAHA ILLALLAAH.

  14. saekhÙ mengatakan:

    Mudah mudahan hati kita senantiasa tertsinari oleh nur para sholihin amin

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: