Dzikir Sesudah Shalat (bag. 2)
24/02/2009 2 Komentar
Dalam hal ini kita mesti mengetahui terlebih dahulu apa fadhilah (keutamaan) membaca kalimat tahlil (LAA ILAAHA ILLALLAH) sebagaimana nash-nash berikut ini:
- Firman Allah SWT:
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah” (QS. Muhammad, 47:19) - Sabda-sabda Rasulullah SAW berikut ini:
“Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan demikian pula yang diucapkan para nabi sebelumku adalah LAA ILAAHA ILLALLAH…” (HR. Tirmidzi) Baca tulisan ini lebih lanjut
Masih ada hal yang membingungkan diantara para pengamal dzikir Tarekat Qadriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) 

Bukti naqli yang digali Al-Qur’an dan Al-Sunah, diantranya adalah karomah yang terdapat di Al-Qur’an dalam kisah Maryam dan kelahiran Nabi Isa dari rahimnya tanpa suami. Juga yang terjadi pada Maryam pada saat Nabi Zakaria mengasauh dan memberi nafkah padanya. Begitu pula dengan kisah Ashaf, menteri dalam kabinet Nabi Sulaiman, yang menyampaikan curah pendapatnya mengenai Istana Bilqis. Begitu juga dengan kisah Ashabul Kahfi. Mereka ini sekolompok pemuda yang beriman yang mengkhawatirkan keimanannya dari kezaliman raja yang berkuasa di daerahnya. Kemudian mereka keluar meninggalkan daerahnya dan masuk bersembunyi di sebuah gua. Mereka tinggal di gua ini tanpa dibekali makanan dan minuman selama 309 tahun dalam keadaan tertidur.
Alloh SWT berfirman dalam Q.S Yunus [10] : 62
Singkirkan syetan-syetanmu dengan ikhlas dalam ucapan Laailaaha Illall0h, bukan sekadar ucapan verbal. Karena tauhid itu membakar syetan Jin dan syetan manusia, karena tauhid adalah neraka bagi syetan dan cahaya bagi orang yang manunggal (tauhid) pada Aloh.
Bayangkan! 185.000 tahun, ia pergunakan untuk berbakti ke kehadhot Alloh SWT. Dirinya benar-benar mencapai tingkat tawadhu yang sangat tinggi kepada Alloh SWT. Ia tanpa sedikitpun menyombongkan diri, tunduk khusyu’ pasrah atas tata aturan Alloh SWT. Segala potensi, ia kerahkan untuk mujahadah bertaqorub kepada Alloh SWT. Prestasi ibadahnya luar biasa. Seluruh jin ia tinggalkan jauh di belakang. Bahkan kualitas mujahadahnya, ia percaya Alloh selama 40.000 tahun menjadi juru kunci surga,
Detak jarum terus berputar, hari berganti hari, bulan demi bulan menjelang, tahun demi tahun pun berlalu, seiring pergantian siang ke malam begitu juga sebaliknya yang menandakan dunia sudah “RENTA” ini terus berkurang usianya dan tidak terasa pula telah memasuki bulan Muharram, menandai datangnya kembali tahun yang baru 1430 H.
Pada umumnya orang tarekat selalu menggunakan kata “melalui” dalam setiap do’anya, sebagai contoh :

Komentar