Hari gini… Mengontrol Iman

Animated Pictures Myspace CommentsBukan Basa Basi

Iklan salah satu merk rokok

Lebih banyak taat atau bermaksiat kita kepada Alloh SWT dalam mengarungi putaran waktu ?

Atau Apakah keimanan kita masih Basa Basi ?

Pribadi masing-masinglah yang menjawab pertanyaan ini.

Salah satu diantara fungsi ditanamkannya kalimah “Lâ-ilâha-illa-lloh” di dalam ruh adalah untuk meneguhkan iman dan membentuk pribadi yang istiqomah untuk senantiasa mengikuti aturan Alloh SWT dan menjauhi laranganNya. Dimanapun kita berada dan dalam kondisi apapun keadaan kita, Alloh SWT Sang Pencipta, selalu mengawasi kita. Demikian juga hamba-Nya yang sholeh dapat dengan mudah mengawasi dengan pancaran ‘ainul bashirohnya.

Apabila kita yakin dengan hal itu, yakinlah bahwa hidup kita akan selamat.

Diantara karunia yang dilimpahkan Alloh SWT kepada manusia, iman merupakan karunia yang terbesar bagi kita. Imanlah yang akan menjadikan kita sebagai umat yang terpilih, yang beruntung dan memiliki peluang terbesar untuk memperoleh kebahagian di dunia dan di akhirat.

Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman” (Q.S. Al-Mu’minun : 1)

Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia” (Q.S. Ali Imron : 110)

Iman yang bukan basa basi adalah iman yang hidup dan berdaya. Iman yang mampu menjadi kekuatan penunjuk, kekuatan penggerak, kekuatan pengontrol, dan kekuatan penyejuk. Akan tetapi, dari jumlah sejumlah kekuatan  utama iman ini, yang paling menonjol adalah fungsi sebagai kekuatan pengontrol.

Iman yang hidup dan berdaya, mampu menghindarkan pribadi yang bersangkutan dari perbuatan jahat, mengendalikan tali taqwa, dan menjauhkannya dari perbuatan dosa dan nista, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Imanlah yang selalu membuat hidup seorang mukmin lekat pada pengawasan Alloh SWT, ingat akan perhitungan hari akhir, serta ingat akan pahala dan siksa.

Iman menjadi pengawas bagi pribadi yang bersangkutan, mengarahkannya sebelum melakukan perbuatan, menimbangnya setelah perbuatan, dan mencelanya apabila melakukan penyimpangan.

Betapa indahnya jika kita mampu menjadikan iman sebagai kekuatan pengontrol.

Alangkah nikmatnya bila kita berhasil menjadikan iman sebagai cahaya yang menerangi setiap sisi jiwa dan hidup kita, sehingga kita mampu menjalin hubungan yang mesra dan harmonis dengan Alloh SWT Sang Pencipta, diri kita sendiri, serta lingkungan di sekeliling kita.

Bagi kita yang masih dalam tahap belajar untuk mengokohkan iman, ada baiknya kita lakukan dengan cara Robithoh kepada guru mursyid yang kamil mukaamil. Yang dimaksud dengan Robithoh disini adalah dengan senantiasa melakukan amalan-amalan yang biasa yang dicontohkan dan dilakukan oleh guru kita. Dengan melakukan hal itu, yakinlah bahwa kita akan senantiasa berada di bawah pengawasan guru, kapan dan dimanapun kita berada kita akan selalu ingat kepada Alloh Sang Pencipta langit dan bumi beserta isinya. Maka iman pun akan senantiasa terkontrol sehingga kita tidak akan lagi melakukan perbuatan yang bertentangan dengan aturan agama dan negara. walloh a’lam..[]

Diadopsi dari Nuqtoh

3 Responses to Hari gini… Mengontrol Iman

  1. sufimuda mengatakan:

    Makrifat kepada Guru Mursyid adalah awal makrifat kepada Allah. Orang-orang yang telah menemukan Mursyid adalah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Guru akan senantiasa mengontrol hati murid agar tetap ingat kepada Allah.
    Dari pada sibuk2 mengontrol iman lebih baik memperbaiki hubungan kita dengan Guru agar selamat dunia akhirat.
    Salam

  2. ndie mengatakan:

    sykran atas informasi a…

  3. barizi76 mengatakan:

    alhamdulillah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: