Keistimewaan & Karomah Wali Alloh yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Sunah [2]

Bukti naqli yang digali Al-Qur’an dan Al-Sunah, diantranya adalah karomah yang terdapat di Al-Qur’an dalam kisah Maryam dan kelahiran Nabi Isa dari rahimnya tanpa suami. Juga yang terjadi pada Maryam pada saat Nabi Zakaria mengasauh dan memberi nafkah padanya. Begitu pula dengan kisah Ashaf, menteri dalam kabinet Nabi Sulaiman, yang menyampaikan curah pendapatnya mengenai Istana Bilqis. Begitu juga dengan kisah Ashabul Kahfi. Mereka ini sekolompok pemuda yang beriman yang mengkhawatirkan keimanannya dari kezaliman raja yang berkuasa di daerahnya.  Kemudian mereka keluar meninggalkan daerahnya dan masuk bersembunyi di sebuah gua. Mereka tinggal di gua ini tanpa dibekali makanan dan minuman selama 309  tahun dalam keadaan tertidur.

Karomah sahabat yang lain adalah seperti yang terdapat dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori pada kisah Khubaib ketika ia harus dihukum dan diikat di palang besi. Orang-orang yang menghukum Khubaib ini mendapati anggur pada khubaib padahal kala itu tidak sedang musim anggur di sekitar Makkah. Masih tentang karomah sahabat, ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab ‘Hilyat Al-Auliya’ bahwa ‘Aun bin ‘Abdillah bin ‘Utbah yang setiap kali tidur ditempat terbuka, dia selalu dinaungi mega. Karomah sahabat yang lainnya adalah tasbih piring yang makan oleh Salman Al-Farisi dan Abu Darda’ seperti yang diterangkan oleh Abu Nu’aim dan perawi lainnya.

Selain ini, karomah-karomah yang dimiliki para wali tak terhitung lagi jumlahnya. Karomah-karomah ini hanya akan diingkari oleh orang yang terhalang dan tertolak memperoleh pintu kebaikan dan keutamaan.

Imam Al-Laqqani dalam bait syairnya mengatakan :

” Percayailah karomah-karomah yang dimiliki para wali. Orang yang menafikan karomah-karomah itu, maka jangan dengar semua yang dikatakannya.”

Maksudnya, jangan dengarkan apa yang dikatakan orang Muktazilah yang menafikan karomah-karomah para wali itu dan orang-orang yang mengikuti jejak kelangan yang mengaung-agungkan rasio ini.

Jika ada yang bertanya bahwa karomah itu terkadang mirip sekali dengan sihir dan terkadang mirip dengan mukjizat. Lalu bagaimana cara mengethui perbedaan antara karomah, sihir dan mukjizat ? Maka jawabannya bahwa perbedaan antara karomah dan sihir adalah sihir muncul dari orang yang fasik, zindik, dan kafir yang tidak berpedoman pada syariat dan mengikuti Sunnah Nabi. Sedangkan karomah hanya muncul dari diri seorang yang serius berusaha mengikuti syariat hingga ia mencapai puncaknya.

Perbedaan antara karomah dan mukjizat adalah bahwa karomah muncul dari diri orang yang tidak memproklamirkan dirinya sebagai Nabi. Ini berbeda dengan Mukjizat. Mukjizat hanya muncul dari diri orang yang memprokalamirkan dirinya sebagai Nabi. Selain itu, seorang Nabi dan Rosul wajib menunjukkan mukjizat yang didapatnya untuk membuktikan pengakuannya. Itupun bila dituntut agar mereka mau beriman.

Ini tentu saja berbeda dengan seorang wali. Seorang wali tidak harus menunjukkan karomahnya bahkan sebaiknya ia menyembunyikannya, karena pada umumnya tidak ada keperluan khusus untuk menunjukkannya. Seorang wali adalah seorang pengikut yang menyeru ke jalan Alloh dengan melanjutkan dakwah seorang Rosul. Seorang Rosul yang telah memastikan kerisalahannya dengan pengakuan lisannya sendiri, bukan berasal dari lisan wali.

Apalagi bila melihat syariat telah usai ditetapkan para ulama. Karenanya, seorang wali tidak memerlukan bukti atau argumen untuk membuktikan kebenarannya. Lain halnya dengan seorang Rosul. Seorang Rosul memerlukan suatu dalil atau bukti karena ia memunculkan syariat baru dan hendak mengganti beberapa syariat yang telah mengakar berasal dari para rosul-rosul pendahulunya. Karenanya, ia memerlukan bukti yang menunjukkan kebenarannya dan menyakinkan pada masyarakatnya bahwa semua yang ia ajarkan itu bersumber dari Alloh SWT.

(bersambung…)

4 Responses to Keistimewaan & Karomah Wali Alloh yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Sunah [2]

  1. saeedkamyabi mengatakan:

    bagus ini subhanallah

  2. RUQAM AFFANDI mengatakan:

    dulu saya ketemu dg org miskin dari pelosok kampung, meski dia gk punya apa apa tp dia tetap sabar, ikhlas dan saya liat org itu tdk prnh marah, tdk prnh sedih, tdk prnh mengeluh dll apakah dia seorg wali? saya berpisah dg org itu saya spt kehilangan keluarga, pdhl dia bukan siapa siapa saya.

  3. eko mengatakan:

    mungkin dia wali, mungkin bukan…tapi menurut saya itu tidaklah penting…yg terpenting buat kita adalah mencontoh perilaku tsb….wassalam wr wb

  4. nana mengatakan:

    saya masih bingung membedakan antara sihir yang dilarang agama dan karomah yang dimiliki para wali dan orang2 sholeh.soalnya sekarang benar2 mirip/;.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: