Rahasia di Balik Amaliyah Manaqiban [1]

‘Oleh : KH. Abdul Gaos Saefulloh Maslul’

Definisi rahasia menurut keterangan di dalam kitab tentang ketentuan-ketentuan sesuatu adalah salah satu komponen yang ada pada diri manusia yang disimpan dalam qolbu, seperti ruh di dalam jasad, seperti tempat cinta, hati tempat keinginan.

Amaliyah manaqiban di dalamnya penuh dengan ‘amaliyah’. ‘Penuh’ disini diartikan karena datang dan didatangi , yang mendengarkan dari jauh maupun dari dekat (tempat manaqiban),  atau yang datang tidak untuk manaqiban, tetapi untuk sekedar ingin tahu ataupun berjualan, semuanya terlibat dengan ‘amaliyah manaqiban’,  sadar atau tidak sadar.  Malah Informasi seperti ‘Blog’  ini pun terlibat di dalamnya. Demikian juga transportasi baik transportasi udara, transportasi laut maupun transportasi darat terutama Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan pun, seluruhnya selalu melibatkan diri di dalam ‘amaliyah manaqiban’.
Puluhan ribu manusia berdesakan tanpa di undang, seluruhnya datang hanya untuk mengejar rahasia, ‘ADA APA DENGAN MANAQIBAN ?‘, Rahasia ini malah membuat orang yang belum pernah tahu apa manaqiban itu,  terkadang usil dalam ceramahnya dengan mengungkit-ungkit manaqiban, bukan hanya menjelekkan, tetapi menganggap perbuatan itu syirik / menyekutukan Tuhan, lalu menyebut-nyebut SYEIKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ‘ARIFIN (Pengersa Abah Anom), menyebut-nyebut ‘SURYALAYA’-nya, Dzikirnya keras-keras dan lain-lain yang menjurus kepada melecehkan, mencemohkan dengan nada-nada yang sinis. Hal itulah yang membuat penasaran orang yang mendengar. Secara langsung atau tidak langsung penceramah itu melibatkan dirinya di dalam manaqiban, dengan tidak disadari, orang itu menyuruh datang ke tempat manaqiban.

Jangan terlalu jauh mengungkap rahasia di balik amaliahnya, bukti manaqiban-nya saja adalah rahasia, walaupun jelas, nyata, terdengar, terlihat. Kalau bukan dan tidak rahasia, mengapa orang-orang yang jauh-jauh pada datang ke tempat Manaqiban, seperti orang dari negara Singapore, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Hongkong, Australia pada datang menghadiri manaqiban.
Kalau manaqiban itu bukan sesuatu rahasia, walaupun bersifat lahiriyah saja kelihatannya, mengapa pendiri manaqiban itu tidak ada yang bangkrut secara ekonomi. Semakin banyak yang mendirikan manaqiban, pencandu manaqiban hidupnya barokah. Ada apa di dalamnya ? Silakan menjadi manusia yang penasaran dengan Manaqiban.

Pada saat manaqiban telah di mulai dan sampai dengan selesai, dicontohkan oleh Syeikh Mursyid kamil mukamil SYEIKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ‘ARIFIN (Pengersa Abah Anom) beliau tidak bergerak ke kiri dan ke kanan (khidmat), duduk nunduk “TAWAJJUH” kearah di mana satu nama Alloh tertanan di dalamnya.

Menurut Kitab At-Ta’rifat halaman 116 disebutkan :
Rahasia itu adalah latifah / sesuatu yang halus yang diletakkan disimpan di dalam hati seperti ruh disimpan di dalam badan dan itu adalah tempat menyaksikan segala sesuatu, seperti sesungguhnya ruh itu tempat mahabbah / mencintai, menyukai dan hati adalah tempatnya keinginan, kemauan“.

AMALIYAH
Amaliyah adalah perbuatan anggota badan lahir, ibadah nyata, yang mengambil banyak resiko pengorbanan, karena perbuatan dunia untuk dunia dan akhirat, makan waktu yang tidak sedikit, memerlukan sikap yang serius, bukan main-main, karena didalamnya ada berbagai untaian acara. Dari membaca Al-Qur’an, membaca sholawat, membaca tanbih, membaca tawassul, membaca Manaqib Syeikh Abdul Qodir al-Jaelani Qoddasallohu Sirrohu, membaca doa dan syarahan/tausyiah/ceramah, yang disebut khidmat ‘ilmiyah.

(bersambung…)

Sumber : Nuqthoh

11 Responses to Rahasia di Balik Amaliyah Manaqiban [1]

  1. ridwan mengatakan:

    thanks for your article. I hope you can write again and I have question that were wali songo using thoriqot in their broadcast of Islam? what is that? please answer my question!

  2. ilmiyatu mengatakan:

    subhanallah

  3. azismuslim mengatakan:

    semoga berkat barokah dan karomah Pangersa Abah kita senantiasa diberi kekuatan untuk mengamalkan semua amalan TQN Suryalaya

  4. chairul a. mengatakan:

    kapan tulisan lanjutannya dimuat ?

  5. Agus Sukendra,SH mengatakan:

    Memang kita sadari bahwa jiwa manusia baru bisa terbuka menerima suatu ilmu akherat (manaqiban) apabila telah mendapatkan Hidayah dan Rahmat dari Allah SWT serta kemauan diri dan keyakinan bahwasanya pasti Allah akan membukakannya pintu dan ilmu Nya apabila si Hamba benar2 tulus dan ikhklas menjalankan semua semata-mata Lil Allah Bil Allah, Lil Rasul Bil Rasul dan Lili Ghoust serta Bil Ghoust. Sedangkan manusia2 yang tertutup pintu hatinya pasti dan niscaya akan sulit menerima sebagaimana orang yang mengatakan bahwa kopi itu pahit karena memang belum merasakan/menciipi hanya sekedar melihat dari sisi warna hitamnya saja yang melambangkan/menafsirkan bahwa warna hitam pahit/racun dst akan tetapi setelah manusia tsb mencicipi sedikit tahulah rasanya bahwa kopi tsb nikmat dan selanjutnya bisa2 ketagihan. Semestinya kita hendaknya mempelajari terlebih dahulu apakah ilmu tsb baik buat kita atau merusak sebelum kita menyatakan sesuatu yang salah/keliru, bahwa Allah tidak suka perbuatan yang mencela sesama muslim dan yang pasti Allah suka perbuatan yang baik

  6. dadang hs mengatakan:

    karomah ABAH ANOM sangat luar biasa,Subhanalloah.ini adalah pengalaman pribadi sedikit saya ceritakan,saya punya temen yang sangat sulit untuk melaksanakan sholat fardhu,singkat cerita aku ajak manakiban keSuryalaya,alhasil sangat menakjubkan sepulang dari SURYALAYA temen saya itu jadi rajin sholat fardhu.”khusus buat temen saya ma’af gua publikasikan karna tiada lain tiada bukan saya cuma ingin berbagi cerita begitu pentingnya bimbingan seorang Muryid dijaman ini .

  7. Rachmat Effendi mengatakan:

    Berbicara amaliah tidak terlepas apakah dapatkah merasakan agar dari itu ada hasilnya yang tidak diungkapkan oleh kata-kata dan andalah yang tahu. Dapat pula disampaikan kepada yang lebih mengerti tetapi bukan kepada akhli ilmu. Bimbingan Guru Mursyid bukan untuk didiskusikan tetapi dirasakan pula.

  8. suganda mengatakan:

    Saya haus akan pengetahuan apalagi tentang rahasiah dibalik amaliyah manakib,tolong pada sumber noqthoh lanjutkan saya menunggu ……..kehebatan akan dzikir ketangguhan khataman keluhuran manakib begitu besar.saya hanya mau bagi bagi pengalaman saja.dulu saya tak tau harus bagaimana ibadah ini.sebab waktu itu segala ibadah selalu di kaitkan dengan dunia rajin sholat sunat karena ada tujuan.belajar khusu dan ikhlas tak pernah kesampaian.dalam sholat wajibnyapun begitu takbir bray segala ingatan itu muncul.hati selalu gelisah takut akan hari esok..untung aku mengenal suryalaya.tapi ingat loh kawan perjuangan setelah di talkin begitu berat.hanya tolong simak perkataan MURSID ini WALAUPUN SEPINTAR APAPUN,BELEM TENTU MENGERTI.SEMENGERTI APAPUN BELUM TENTU MERASAKAN.yang saya tau perkataan ini dalam sekali sedalam apa yang kita tuju.kalau udah tau larinya kemana pasti tidak akan goyah.makan aja, kerjain aja, dzikir aja PASTI jawaban mutlak akan lebih baik dari hari esok

  9. Rossi Precor USA mengatakan:

    SUBHAANALLAH,Betapa luar biasanya Manaqiban Itu….!

  10. ABDUL QODIR DJAELANI mengatakan:

    ” KERJAKAN LAH YG HALUS SIMPAN DALAM HATI ,MAKA BACALAH DZIKIR DALAM HATI…ITU LEBIH MANTAP DARIPADA TERIAK-TERIAK SEPERTI ORANG BODOH “

  11. ABDUL QODIR DJAELANI mengatakan:

    “sesungguhnya amaliah sebenarnya adalah membantu sesama itu baru yg dinamakan amal .dan iman sejati adalah di dlm hati..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: