Ketika Ibadah Terasa Hambar

Sebagian besar diantara kita mungkin pernah merasakan saat melakukan ibadah terasa hambar, tidak terasa nikmatnya beribadah.

Ibadah semacam ini merupakan tanda sakitnya qolbu seseorang, Pertanyaannya sekarang, Bagaimana kalau sudah begini ? apa yang harus kita dilakukan? Apakah kita tinggalkan saja ibadah-ibadah yang terasa hambar, toh hasilnya juga terasa hambar, tidak ada nikmatnya ibadah?

Terasa hambarnya ibadah, itu tanda bahwa qolbunya kita sedang mengalami sakit. Biasa diilustrasikan ketika badan sakit (tidak fit), walaupun diberi makanan yang enak-enak, tetap saja tidak selera makan, tidak dapat merasakan lezatnya makanan tersebut. Terasa tidak lezatnya makanan tersebut bukan karena makanannya yang nggak “enak”, tetapi memang badannya yang sedang nggak beres, nah kalau kondisinya demikian, apakah mending tidak usah makan saja? Kalau tidak makan, justru bisa mengakibatkan sakitnya tambah parah, yang harus dilakukan adalah tetap makan walaupun tidak terasa lezat, dan yang paling utama adalah pergi ke dokter untuk diobati.

Demikian juga qolbu, apabila qolbunya sakit, maka menurut para ulama, didalam qolbu yang sakit, pasti ada penyakitnya, seperti sombong, riya, sum’ah, ujub, iri, dengki..dll.
Bagaimana menyembuhkannya.

“Setiap segala sesuatu ada alat pembersihnya. Dan alat untuk membersihkan qolbu adalah dzikrulloh”

lantas timbul pertanyaan, Dzikrulloh yang mana yang dapat mengobati qolbu.

“…maka bertanyalah kepada ahli dzikir (bukan ahli fikir! – pen) jika kamu tidak mengetahui.”
(QS. 16:43).

Maka, ketika kita telah bertemu dengan ahli dzikir, qolbu kita akan diobatinya, sehingga setelah diobati qolbu kita akan bersinar kembali, sehingga kenikmatan beribadah insyaAlloh akan dapat kita rasakan.

Wallohu a’lam

Artikel terkait :

  1. Mengapa Kita Perlu MURSYID ?
  2. Dzikir utama 2
  3. Dzikir utama 3
  4. Dzikir utama 4

5 Responses to Ketika Ibadah Terasa Hambar

  1. Rachmat Effendi mengatakan:

    Esensi ikhwan itu adalah dapatkah dirasakan atau tidak dari bimbingan Mursyid ? pertanyaan yang tidak usah dijawab. Alangkah baiknya ba’da Subuh bertafakur !

  2. cucu nurzaman mengatakan:

    assalamu’alaikum
    ibadah terasa hambar ketika kita maju ke ilmu thoriqoh, ke ilmu ma’rifat, tidak didasari dengan ilmu syariat. hambar rasanya membaca fatihah saat sholat atau tawassul tidak tahu artinya. bacaan menjadi mantra. dzikir kita tidak wushul, karena, khususnya yang masih belajar–seperti saya, ilmu syariat seperti muamalah, fiqih, tajwid–qiroah,bahasa–nahwu dan shorof dan balaghoh, dan ilmu sejarah–thariq yang berkenaan dengan pemahaman terhadap al qur’an dan hadits, masih lemah. dzikir kita tidak dilanjuti atau dibentengi dengan ilmuilmu itu.
    abah bukan orang yang bodoh, mengapa kita tidak meniru abah.
    wassalamu’alaikum

  3. Chairil achyar mengatakan:

    Alhmdulilah.. Trima ksh atas pn9etahuan”a.. Ust. Sya mw ty b9m robithoh y9 bnr?

  4. barizi76 mengatakan:

    Reblogged this on barizi my weblog and commented:
    ikhwansuryalaya.wordpress.com/ibadah-terasa-hambar/#more948

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: