Sholat Berjama’ah – Syariat Yang Sering Diabaikan [1]

Tulisan ini sebenarnya hanya untuk mengingatkan kita semua, semoga Alloh SWT memberikan hidayah & Taufik-Nya kepada kita sekalian, sehingga kita dapat mengamalkannya, Amin..

Salah satu kegemaran Nabi Muhamad SAW, yang dipegang kukuh dan dilaksanakan secara istiqomah oleh K.H. Ahmad  Sohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) adalah mengerjakan sholat fardu awal waktu yang dilaksanakan secara berjama’ah. Baginda Rosululloh SAW selalu datang awal waktu ke mesjid untuk sholat berjamaah sebelum Sayidina Bilal R.A, sahabat Rosululloh mengumandangkan Adzan, pertanda datangnya waktu sholat. Kebiasaaan Baginda Nabi Muhamad SAW ini, yang juga dilakukan oleh Syeikh Mursyid Kamil Mukamil, K.H. Ahmad  Sohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) ini mengandung makna dan hikmah di dalamnya.
Kita, sebagai orang yang tengah belajar kepada Beliau, tentu apa yang Beliau lakukan mestinya pula diikuti pula oleh kita. Jangan hanya “cinta semuBaca pos ini lebih lanjut

Firasat Guru Mursyid

Oleh : K.H. M. Abdul Gaos Saefulloh Maslul

Dalam mankobah ke-35 : Syaikh Ahmad Kanji menjadi murid Syaikh Abdul Qodir al-Jailani

Diterangkan begitu pekanya seorang Guru (Syaikh Abi Ishaq Maghribi) terhadap bathin muridnya (Syaikh Ahmad Kanji). Ini terlihat ketika terbersit dalam hatinya sebuah pertanyaan Mengapa tarekat Syaikh Abdul Qodir al-Jaelani lebih disukai dibandingkan tarekat lainnya. Sehingga diantara pengamalnya ada yang paling pintar bahkan yang paling jahil pun ada.

Semua yang terlintas di hati seorang murid terkontrol oleh sang Guru dikarenakan mempunyai firasat tajam serta pancaran nur dari Allah. Maka ketika itu Syaikh Abi Ishak berkata :

“Apakah engkau tahu martabat Syaikh Abdul Qodir al-Jailani ?. Baca pos ini lebih lanjut

Rahasia di Balik Amaliyah Manaqiban [1]

‘Oleh : KH. Abdul Gaos Saefulloh Maslul’

Definisi rahasia menurut keterangan di dalam kitab tentang ketentuan-ketentuan sesuatu adalah salah satu komponen yang ada pada diri manusia yang disimpan dalam qolbu, seperti ruh di dalam jasad, seperti tempat cinta, hati tempat keinginan.

Amaliyah manaqiban di dalamnya penuh dengan ‘amaliyah’. ‘Penuh’ disini diartikan karena datang dan didatangi , yang mendengarkan dari jauh maupun dari dekat (tempat manaqiban),  atau yang datang tidak untuk manaqiban, tetapi untuk sekedar ingin tahu ataupun berjualan, semuanya terlibat dengan ‘amaliyah manaqiban’,  sadar atau tidak sadar.  Malah Informasi seperti ‘Blog’  ini pun terlibat di dalamnya. Demikian juga transportasi baik transportasi udara, transportasi laut maupun transportasi darat terutama Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan pun, seluruhnya selalu melibatkan diri di dalam ‘amaliyah manaqiban’. Baca pos ini lebih lanjut